Pulang Pisau – Bupati Pulang Pisau Edy Pratowo meletakkan batu pertama pembangunan gedung olahraga (GOR), Kamis, 1 Agustus 2019.
Bupati mengatakan, pembangunan GOR sebagai salah satu upaya pemerintah Kabupaten Pulang Pisau dalam menyiapkan fasilitas olahraga yang memadai demi kemajuan olahraga di Kabupaten Pulang Pisau.Harapannya dengan adanya GOR ini akan menumbuhkan semangat juang para atlet Pulang Pisau menghadapi berbagai even. Menurutnya, keberadaan GOR tipe B tersebut akan menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Pulang Pisau.Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pulang Pisau, Herto mengatakan, pendanaan pembangunan GOR Kabupaten Pulang Pisau tersebut berasal dari dana alokasi khusus (DAK) Kemeterian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tahun anggaran 2019.
“Ini yang pertama kali diberikan untuk 40 kabupaten/kota se-Indonesia kurang lebih sebesar Rp 12 miliar, salah satunya yang dapat adalah Kabupaten Pulang Pisau,” terang Herto.Sebelum melakukan peletakan batu, prosesi diawali dengan ritual adat yang dipimpin oleh Damang Kepala Adat Kahayan Hilir, Darius A. Kung.Hadir pada peletakan batu pertama GOR Pulang Pisau Kepala Kejaksaan Negeri Pulang Pisau, Triono Rahyudi, Kapolres Pulang Pisau AKBP Siswo Yuwono Bima Putra Mada, Ketua Pengadilan Negeri Pulang Pisau Agung Nugroho, Ketua Pengadilan Agama Pulang Pisau Sri Roslinda, Pabung 1011/Klk Mayor Inf Mulyadi, Wakil Ketua DPRD, HA Fadli Rahman, dan sejumlah kepala SOPD di lingkungan Pemkab Pulang Pisau.

Sementara dikatakan Kadispora Pulpis, Herto, kegiatan pembangunan GOR Pulang Pisau ini mulai ditandatangani pada 15 Juli lalu, dan berakhir pada 12 Desember 2019 dengan waktu pelaksanaan 150 hari kalender.
“Proyek yang dikerjakan PT Eka Karya Graha Putra Pusat Palangka Raya itu untuk pembangunan sejumlah fasilitas olahraga seperti pembangunan lapangan 4 bulu tangkis, 4 lapangan takraw, 1 bola voli, 1 basket, 1 tenis lapangan dan 1 futsal,” ujar Herto kepada wartawan.
Ditambahkan Plt Kadispora Kabupaten Pulang Pisau, Herto mengatakan pembangunan gedung olahraga (GOR) Pulang Pisau nyaris gagal tender. Hal tersebut diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Pulang Pisau, Herto pada saat peletakan batu pertama pembangunan GOR Pulang Pisau, Kamis, 1 Agustus 2019.

Herto mengatakan, dari 40 kabupaten/kota yang menjadi prioritas pertama untuk mendapatkan dana alokasi khusus (DAK) pembangunan GOR tersebut, sebanyak 7 daerah tidak dapat melaksanakan tender. Sehingga gagal untuk melaksanakan pembangunan dari DAK Kemenpora tersebut.
“Sejak ditempatkan sebagai Plt Kepala Dispora Pulang Pisau tanggal 23 Mei 2019, kegiatan tersebut sudah harus dalam proses untuk tender, sementara pada 30 Mei 2019 ada cuti bersama dan 10 Juni sudah aktif kerja,” kata Herto.

Proses untuk melakukan tender sempat terkendala sebelumnya pada saat Kepala Dispora sebelumnya mengalami sakit dan kemudian meninggal dunia. Saat turun kerja pada 10 Juni 2019 dirinya dikejutkan dengan proses tender yang sudah harus tayang pada 12 Juni 2019. Kejar tayang untuk tender tersebut dilakukan oleh Dispora sambil berkonsultasi dengan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri Pulang Pisau dan Bupati Pulang Pisau, hingga Kemenpora. “Kami harus mulai dari nol dan dengan bimbingan tersebut kami berjuang. Alhamdulilah pada akhirnya proses tender bisa dilakukan,” ujar Herto.

Herto mengatakan, dari 514 kabupaten/kota se-Indonesia yang mendapat prioritas pertama untuk GOR hanya 40 kabupaten/kota termasuk Kabupaten Pulang Pisau, dari 40 tersebut 7 daerah tidak dapat melaksanakan tender.