Dharma Wanita Persatuan Bakti Sosial Peduli Banjir Kalteng

Bentuk kepedulian terhadap warga terdampak banjir dilakukan organisasi Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah (Kalteng).

Wujud kepedulian pihaknya itu dengan menggelar kegiatan bakti sosial “Peduli Banjir Kalteng”, bagi masyarakat terdampak banjir di tiga Desa di wilayah Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, pada Jumat 26 November 2021 di Posko Penanggulangan Bencana Banjir Desa Tumbang Nusa.

Ketua DWP Kabupaten Pulang Pisau, Sari Parwati Tony Harisinta, mengungkapkan kegiatan itu merupakan bagian dari rangkaian acara HUT DWP Kabupaten Pulang Pisau ke-22 yang jatuh pada tanggal 7 Desember 2021 mendatang.

“HUT DWP memang tanggal 7 Desember nanti, namun tahun ini akan kami selenggarakan tanggal 9 Desember 2021 bulan depan. Jadi, kegiatan ini bagian dari rangkaiannya. Kegiatan ini juga, merupakan bentuk empati dan kesetiakawanan sosial kami DWP Kabupaten Pulang Pisau kepada saudara-saudara kita yang mengalami musibah bencana alam banjir di Desa Pilang, Tumbang Nusa, dan Taruna,” katanya.

Atas musibah ini, pihaknya merasakan kesedihan yang mendalam. “Bantuan yang kami berikan berupa sembako, seperti beras, gula, sarden, handuk, obat-obatan, minyak angin, dan lain-lainnya,” tutur Parwati.

Bersamaan dengan kegiatan DWP Kabupaten Pulang Pisau, di lokasi yang sama, Kasi Penanggulangan Sosial Korban Bencana sosial Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Tengah, Diah Purwati menyampaikan jumlah bantuan yang disalurkan Kementerian Sosial (Kemensos) RI melalui Dinas Sosial Provinsi Kalteng.

“Kami menyalurkan paket sembako ke dua Desa di Kecamatan Jabiren Raya, yaitu Desa Tanjung Taruna dan Desa Tumbang Nusa berupa beras, minyak, gula, teh, kopi, mie, sarden, biskuit, dll. Jumlah totalnya dari 2 desa itu ada 516 paket. Semoga ini bermanfaat untuk warga yang ada di sini untuk mereka yang terdampak banjir,” ucapnya.

Terpisah, diungkapkan oleh salah seorang warga Desa Tumbang Nusa, Sukrinata. Diungkapkannya, saat ini perkembangan banjir sudah mulai surut. Meski begitu, lanjut Sukrinata yang juga merupakan tokoh masyarakat setempat mengungkapkan masih ada beberapa rumah di Taruna terendam banjir.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang tidak hentinya datang dari berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Provinsi, Dinas Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup, termasuk sekarang ini dari DWP Kabupaten Pulang Pisau, dan kementerian Sosial melalui Dinas Sosial Provinsi. Sejauh ini, bencana banjir ini cukup membuat pekerjaan beberapa warga terhambat, ada juga warga yang terserang penyakit kulit dengan gejala gatal-gatal,” tuturnya.

Sementara, sebelum kembali ke ibu kota Kabupaten, Ketua DWP beserta rombongan menyampaikan harapan sekiranya bantuan yang diberikan dapat mengurangi beban korban terdampak banjir di lokasi kunjungan.

SUMBER